Undangan : dokumentasi research abstract dan portofolio mahasiswa postgraduate Indonesia di Jerman

Leipzig, 15 Oktober 2017

Kepada Yth.
Rekan Pelajar Pascasarjana Indonesia
di tempat

Assalamualaikum wr., wb. Salam Hangat dari Leipzig!

Pada hari Senin, 21 Agustus 2017 yang lalu, perwakilan PERMIAN berkesempatan untuk bertemudan berdikusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD), Dr.rer.nat Ahmad Saufi. Dalam pertemuan tersebut, kami membahas tentangbagaimana pelajar pascasarjana Indonesia di Jerman dapat berkontribusi dalam hal ilmu pengetahuan dari apa yang sedang atau sudah dipelajari selama menempuh pendidikan pascasarjana di Jerman khususnya. Hasil dari pertemuan tersebut adalah diadakannya suatu kegiatan untuk membuatdokumentasi abstrak penelitian (research abstract) dan portfolio mahasiswa pascasarjana Indonesia di Jerman.

Adapun realisasi dari kegiatan tersebut diharapkan mencapai beberapa tujuan utama berikut ini:

  • Transfer of knowledge, khususnya dari penelitian yang sedang atau sudah kita kerjakan selama menempuh pendidikan pascasarjana di Jerman. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu ”mengikis” kesenjangan ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Jerman yang ada saat ini.
  • Sharing of knowledge and information. Seperti yang kita tahu, ada banyak mahasiswa pascasarjana Indonesia di Jerman. Namun demikian, kita kurang mempunyai informasi mengenai penelitian yang dilakukan oleh kolega kita. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana berbagi informasi, ilmu, dan keahlian.
  • Collaborationand Networking. Dengan adanya pertukaran ilmu dan informasi ini tentunya akan membuka jalan terciptanya kerjasama, kolaborasi, dan pengembangan keilmuan. Kami berharap akan terus tergali segala bentuk inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Output :

Data yang terkumpul nantinya akan didokumentasikan dan dipublikasikan dalam bentuk hard copy (buku) dan soft copy yang berlisensi dan terindeks. Output ini nantinya akan didistribusikan kepada seluruh stakeholder pendidikan baik di tingkat universitas, lembaga riset, dan pemerintahan, baik di Indonesia dan Jerman.

Oleh karena itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati kami memohon kesediaan teman-teman untuk berpartisipasi dan membantu merealisasikan ide/gagasan ini dengan cara mengirimkan research abstract, academic curriculum vitae, dan list of publication-nya (*guideline dan contoh terlampir) ke alamat email: permian.contact@gmail.com dengan batas waktu sampai 16 November 2017.

Apresiasi :

Sebagai bentuk apresiasi, kontributor yang telah mengirimkan research abstract dan portofolionya akan mendapatkan :

  1. Sertifikat apresiasi dari ATDIKBUD, Dr.rer.nat Ahmad Saufi.
  2. Hadiah bagi 5 research abstract terbaik.

Tak lupa, kami mengharapkan bantuan dan kerjasama dari segala elemen dan organisasi kemahasiswaan Indonesia yang ada di Jerman, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman baik pusat maupun cabang, FORMAL LPDP, forum-komunitas doktoran, dan lain sebagainya. Kami menyadari bahwa kegiatan ini akan dapat terlaksana dengan sukses atas dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak.

Demikian surat pengantar yang dapat kami sampaikan. Atas segenap dukungan, bantuan, dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr., wb.

Lampiran :
1. Abstract guideline : abstract_guideline
2. Example : example

Advertisements

Perayaan HUT RI ke 72 di Frankfurt am Main

Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Menggunakan VPN AnyConnect untuk meminimalisir penggunaan kuota internet pribadi

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Salam hangat dan jabat erat persaudaraan buat sobat PERMIAN di mana pun berada,

* Mengingat saya tinggal dan kuliah di Leipzig, maka tulisan ini akan memuat contoh kasus penerapan di Leipzig, namun Insya Allah applicable untuk di seluruh Jerman bahkan dunia.

Mumpung saya ingat dan sepertinya masih jarang yang tahu, buat teman-teman yang sedang studkol di STK staatlich, kuliah di HTWK/Uni Leipzig, khususnya yang tinggal di StudentenWG, apakah sering mengalami kehabisan kuota internet?

Oke saya mau sharing bagaimana caranya memakai internet pribadi di WG tanpa memakan kuota kita (apabila ‘termakan’ maka akan sangat-sangat kecil), yang katanya ‘cuma’ 80 GB itu :

1. Install software yang namanya : Cisco Anyconnect Security Mobile
Bisa didownload di sini : https://software.cisco.com/download/navigator.html?mdfid=283000185&i=rm

2. Jika sudah terinstall, maka tinggal buka saja aplikasi Cisco VPN tersebut dan kita isi dengan : vpn.uni-leipzig.de. [LIHAT GAMBAR!], kemudian klick ‘connect’.

14572148_308093329569386_8295880878094939743_n

Sebelumnya, pastikan bahwa kalian sudah tersambung dengan internet. Prosesnya seperti biasa dengan ‘Studnet login client’. Pasti sudah tahu semua kan? (* koneksi internet di Studentenwohnheim Leipzig menggunaan tools ini)

3. Setelah itu kita akan diminta mengisi username + password. Jujur saya kurang tahu bagaimana dengan HTWK, cuma pengalaman saya di Uni, username dan password disini adalah yang biasa kita gunakan ketika login ke email Uni Leipzig dan almaweb. Setelah itu tinggal klik ‘OK’. [LIHAT GAMBAR!]

14601123_308093332902719_2582233764896962013_n

4. Jika sudah tersambung, maka koneksi studnet kita biasanya akan terputus secara otomatis ditandai dengan lambang ‘Studnet login client’ di pojok kanan bawah akan berubah menjadi merah. [LIHAT GAMBAR!] dan icon Cisco akan ada tanda gemboknya.

14572427_308093326236053_4197670880980285374_n

5. Well done! Selesai!

Setelah itu kalian bisa pakai internet sepuasnya, tanpa memakan kuota internet WG.

====================================================

*Note : Pisau dapat gunakan untuk memotong buah, tapi juga dapat digunakan untuk menikam orang. Begitupun kuota internet unlimited ini, bisa dipakai hal-hal yang baik, bisa pula berdampak sebaliknya. Jangan sampai dengan kuota unlimited justru lupa tugas utama kita di sini.

Another use : dengan aplikasi ini, kita bisa masuk ke server uni->fakultas->jurusan. Mungkin yang sedang riset bakal tahu apa yang saya maksud. Intinya adalah kita bisa mengakses server di mana pun, tak harus pakai kabel LAN di lab. Bisa juga dipakai meng-hack, dan masuk jaringan komputer uni, jurusan, bahkan dosen hehe. Tapi intinya mari gunakan untuk yang baik-baik saja.

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Terima kasih.

Penulis adalah Mahasiswa PhD Universitas Leipzig

Dirgahayu Masjid Indonesia Frankfurt Ke-2

Tags

, , , , , , , , , , , ,

Undangan dari Indonesisch-Moslemische Gemeinde in Frankfurt und Umgebung e.V. untuk menghadiri acara syukuran
Dirgahayu Masjid Indonesia Frankfurt Ke-2 dengan tema “Bersatu dalam Ukhuwah“ yang bertempat di
Masjid Indonesia, Strahlenberger Weg 16, 60599 Frankfurt.

masjid-indonesia-frankfurt

[Humas PERMIAN Jerman]

HUT PPI Frada Ke-13

Tags

, , , , , , , , , , ,

Undangan dari teman-teman PPI Frada untuk menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-13 PPI Frada. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 17 Desember 2016. Acara direncanakan dimulai pukul 13.00 hingga selesai dan bertempat di KJRI Frankfurt. Adapun beberapa acara perayaan HUT ini antara lain: Potong Kue, Games Interaktif, Bazaar Kuliner, Flohmark dan Band Akustik.

[Humas PERMIAN Jerman]

Silaturahmi dengan Prof. Din Syamsuddin

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

img-20161127-wa0006

Beberapa Perwakilan PERMIAN Jerman

[Frankfurt, 26/11/2016]. Beberapa perwakilan PERMIAN Jerman menghadiri undangan silaturahmi dengan Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Dewan Pertimbangan MUI) di Restoran Nur Kuala Lumpur. Silaturahmi ini diisi pula dengan diskusi dan sharing santai seputar kondisi terkini di tanah air Indonesia. Prof. Din mengajak kepada segenap masyarakat yang hadir pada acara silaturahmi tersebut untuk bersama mendoakan agar kondisi di Indonesia senantiasa baik dan kondusif. Ini semua tak lain adalah agar jangan sampai timbul berbagai hal yang malah akan menimbulkan efek negatif bagi keutuhan bangsa dan negara.

img-20161127-wa0008

Peserta Silaturahmi Bersama

Pada kesempatan ini pula, Prof. Din menyampaikan harapan besar khususnya kepada segenap pelajar Indonesia yang sedang menumpuh pendidikan di Jerman dapat belajar dengan serius dan kelak kembali ke tanah air untuk memakmurkannya.

[Humas PERMIAN Jerman]