Tips dan Trik

Tips Merancang Portfolio Karir di Jerman (1)

Oleh: Siska Premida Wardani (Anggota PERMIAN; Pengurus Masjid Indonesia Frankfurt)

Sejak tahun 1990-an banyak orang Indonesia berbondong-bondong datang ke Jerman untuk kuliah baik S1, S2 maupun S3. Pasalnya kuliah di Jerman gratis hampir di seluruh negara bagian. Ya, pemerintah Republik Jerman memang sangat memperhatikan pendidikan bagi penduduknya. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan layak tanpa memikirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena pendidikan digratiskan, kuliah di Jerman sangatlah sulit. Berdasarkan sebuah penelitian, dari 10 orang yang kuliah di Jerman hanya ada 5 orang yang lulus strata 1, dari 5 orang tersebut hanya 3 yang meneruskan dan lulus master, serta hanya 2 orang yang sukses berkarier di Jerman.

Pada hari Sabtu (24/10) lalu, Masjid Indonesia Frankfurt sukses menggelar acara rutin untuk para jamaah bertajuk “Merancang Portfolio Karier Semenjak di Bangku Kuliah”. Narasumber pada kesempatan itu adalah Sultan Haidar Shamlan. Ia bekerja sebagai konsultan di kantor consulting management ternama Ernst & Young di Frankfurt am Main sejak tahun 2012. Sebelumnya Sultan mengenyam pendidikan Studenkolleg di Humboldt-Universität, Berlin. Kemudian ia menempuh Wirtschaftsengineering (teknik industri) untuk level bachelor sekaligus master di Technische Universtät Darmstadt dan meraih gelar Diplom Wirtsch.Ingenieuring.

Pada kesempatan tersebut Sultan menjelaskan bahwa portfolio karir harus dibangun sejak di bangku kuliah dengan cara menaklukkan tantangan-tantangan yang ada. Berikut adalah rangkumannya:

  1. Menetapkan Tujuan (Goal)

Sejak dari bangku kuliah disarankan mahasiswa untuk menetapkan tujuan setinggi mungkin tidak hanya sekadar keinginan untuk lulus. Sebagai contoh usahakan untuk membuat tujuan yang dapat dikuantifikasikan misalnya lulus dengan GPA 1.3 dari universitas dan jurusan terbaik dan ke perusahaan mana nanti akan berkarir dan menjabat sebagai apa.

  1. Mencari Sebanyak Mungkin Informasi

Bagi mahasiswa yang baru mengikuti pendidikan Studenkolleg, program persamaan yang diwajibkan untuk calon mahasiswa asing sebelum memasuki kuliah di Jerman, harus mulai mencari informasi tentang kampus dan jurusan-jurusan terbaik di Jerman. Sedangkan bagi mahasiswa yang sudah lulus dan mulai mencari pekerjaan maka harus mencari informasi kompetensi apa yang dibutuhkan, karakter apa yang dicari, job description dari posisi dalam perusahaan dan lain-lain. Intinya pastikan bahwa kita well-informed!

  1. Mencari Solusi

Setelah mendapatkan cukup informasi maka langkah selanjutnya adalah membuat strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya bagi mahasiswa yang akan menghadapi Prufung atau Klausur (ujian) harus memiliki strategi belajar bahan ujian/soal-soal yang diprediksikan akan keluar dalam ujian. Langkah penting adalah mencari rekan belajar mahasiswa asli Jerman yang biasanya sudah memiliki informasi-informasi tersebut dari kakak-kakak kelas.

Dalam tips mencari solusi ini juga ditekankan oleh Sultan untuk membangun empat macam skills sejak dari bangku kuliah. Skills tersebut adalah hardskills yang merupakan kemampuan akademis, softskills yang artinya kemampuan social untuk bekerja dengan orang lain serta berkomunikasi, metaskills atau kemampuan untuk mendapatkan pengakuan orang lain, dan yang terakhir adalah personal appearance skills yaitu kemampuan untuk menciptakan penampilan yang membuat orang lain nyaman berada di sekitar kita. Penjelasan lebih lanjut mengenai keempat skills tersebut dapat dilihat pada bagian kedua dari tulisan ini.

  1. Mencari Dukungan

Bagi mahasiswa yang jauh dari orang tua, dukungan finansial dan moral dari keluarga saat menjalani pendidikan sangat dibutuhkan. Sultan tidak menganjurkan bagi mahasiswa untuk bekerja pada masa pendidikan Studenkolleg. Alasan utamanya adalah masa pendidikan Studenkolleg cenderung lebih susah bagi mahasiswa asing karena beberapa faktor padatnya kuliah dan kendala bahasa Jerman yang tidak mudah dipelajari. Dari penelitian diketahui bahwa dari 9 orang Indonesia yang lulus Sprachkurs (kursus bahasa) hanya 7 orang yang dapat lulus dari Studenkolleg.

  1. Penetapan Motivasi (Motivation Setting)

Motivasi seringkali menjadi hal yang paling penting dari tercapainya tujuan dalam pendidikan. Motivasi ditetapkan oleh personal tergantung dari kondisinya masing-masing. Misalnya: termotivasi untuk menyenangkan orang tua dengan lulus tepat waktu dan nilai yang bagus, termotivasi untuk memberikan kebanggaan bagi keluarga dengan bekerja di perusaahaan ternama, dan lain-lain.

  1. Tujuan Tercapai (Goal Achieved)

Apabila nomor 1 hingga 5 dimiliki disertai dengan usaha dan doa yang sungguh-sungguh, there is no way you cannot get your targeted goal!!

(Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s