Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Oleh: Siska Premida Wardani (Anggota PERMIAN; Pengurus Masjid Indonesia Frankfurt)

Elemen penting yang membentuk portfolio karir yang bagus dan bersaing adalah skills. Menurut Sultan Haidar Shamlan berdasarkan pengalamannya selama ini, ada 4 skills yang harus dimiliki seseorang yang ingin berkarir di manapun begitu juga di Jerman. Keempat skills tersebut adalah hardskills, softskills, metaskills, dan personal appearance skills.

  1. Hardskills

Hardskills adalah kemampuan akademis yang dimiliki seseorang selama mengikuti pendidikan formal. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai menjadi hal yang sangat penting karena nilai adalah salah satu indikasi utama dari hardskills. Selain itu prestasi yang ditorehkan selama sekolah atau kuliah, kemampuan menulis, berapa lama seseorang kuliah strata 1 dan 2 yang pada dasarnya akan menunjukkan apakah dia dapat bekerja efisien atau tidak, dan pengambilan mata kuliah tambahan untuk mendukung kemampuan akademis.

Berikut beberapa saran untuk meningkatkan hardskills di Jerman:

  • Mengusahakan untuk kuliah di jurusan yang disuka sehingga lebih besar peluang mendapatkan nilai yang bagus.
  • Mempercepat masa studi atau paling tidak tepat waktu.
  • Memperkaya khasanah kompetensi dengan mengambil Nebenfach (mata kuliah tambahan/sampingan) yang menambah perbendaharaan ilmu.
  • Menjadi project manager untuk kuliahnya. Maksudnya adalah mengatur pengambilan mata kuliah per semester, misalnya dengan memfokuskan satu semester untuk mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan Mathe atau seluruh mata kuliah hafalan. Strategi ini disesuaikan antara kemampuan dengan tujuan masing-masing pribadi.
  1. Softskills

Softskills adalah kemampuan sosial untuk bekerja dengan orang lain, kemampuan bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan orang lain, serta kemampuan memimpin yang tercermin dalam kemampuan mengorganisasi dan menyelesaikan masalah. Softskills yang dibutuhkan dalam perusahaan bidang IT adalah teamwork (26%), kemandirian dalam bekerja dan inisiatif (16%), flexible termasuk juga siap terhadap perubahan (13%), dan kemampuan berkomunikasi (10%).

Seseorang memiliki softskills atau tidak dapat dilihat dari pengalaman berorganisasi selama pendidikan, kemampuan bahasa, pengalaman lintas budaya, pengalaman praktikum atau bekerja di lingkungan kampus, nilai dari praktikum, serta bukti keikutsertaan seminar, training, atau program sertifikasi.

Di bawah ini beberapa tips untuk meningkatan softskills selama kuliah:

  • Menekankan pada diri sendiri bahwa kuliah tidak hanya sekadar kuliah namun juga mencari pengalaman bersosialisasi dalam masyarakat.
  • Aktif dalam berorganisasi baik di dalam kampus maupun masyarakat.
  • Mengikuti program pertukaran pelajar.
  • Pandai memilih di mana akan melakukan praktikum atau kerja sampingan di kampus atau di kantor.
  1. Metaskills

Metaskills adalah kemampuan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Skills ini dibangun seiring dengan pertambahan usia dan pengalaman yang dimiliki. Metaskills dapat dilihat dari kestabilan emosi, kewibawaan, serta kedewasaan dalam menyikapi masalah. Semakin seorang mahasiswa menghadapi banyak tantangan semakin dewasa dia dalam menyikapi masalah. Tentu saja mahasiswa asal Indonesia banyak menghadapi tantangan dan cobaan di Jerman mulai dari kendala bahasa, standar nilai yang cukup tinggi, kuliah yang ketat, masalah financial, dan lain-lain.

  1. Personal Appearance Skills

Maksud dari skill keempat ini adalah kemampuan untuk menciptakan penampilan yang membuat orang lain di sekitar kita nyaman berada di dekat kita.

Indikasi dari skills ini adalah cara berpakaian, postur tubuh, cara berdiri, cara berkomunikasi, cara memperhatikan orang lain, dan ketenangan. Skills ini dapat dibentuk dengan olahraga, perawatan tubuh, memperhatikan cara berpakaian, serta memperhatikan perilaku berkomunikasi. Kesan yang baik atas diri seseorang tentu sangat penting terlebih lagi bagi professional muda.

Demikian tips dari Sultan, semoga membantu Anda semua yang memiliki minat untuk berkarir di Jerman.

Advertisements