Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Img PERMIAN

Suasana Diskusi

[Frankfurt, 7/9/2016] Diskusi Reboan pada edisi kali ini mengangkat tema mengenai “Rekayasa Genetik: Menggali Potensi Mikroorganisne untuk Indonesia Lebih Baik”. Diskusi yang digagas bersama antara PERMIAN Jerman, KJRI Frankfurt am Main dan Komunitas Reboan Frankfurt ini menghadirkan narasumber seorang kandidat doktor dari Institute of Applied Microbiology, RWTH Aachen yakni Theresia Desy Askitosari. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ketua PERMIAN Jerman, Eka Nada Shofa Alkhajar.

img-permian jerman

Presentasi Materi (Theresia Desy Askitosari)

Setelah paparan pengantar diberikan oleh moderator, Desy pun langsung memaparkan materi mengenai pentingnya sebuah upaya untuk memaksimalisasi energi terbarukan yang bersumber dari mikroorganisme. Dalam presentasinya, ia menyampaikan bahwa sesungguhnya di mana pun terdapat mikroorganisme terlebih di Indonesia. Negeri yang terletak di kawasan Asia tenggara tersebut merupakan gudang mikroorganisme yang luar biasa kaya dan potensial manakala dapat digunakan secara secara maksimal. Sebagai contoh aplikasi rekayasa genetik dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian, lingkungan, dan industri.

img-permian

Para Peserta Diskusi Reboan

Pada kesempatan ini, Desy juga memberikan informasi mengenai riset yang saat ini tengah ia digeluti. Ia melakukan rekayasa generik terharap bakteri Pseudomonas putida di mana tujuan akhirnya berkaitan dengan produksi Biodetergent. Sebagaimana diketahui, tentu tidaklah mudah untuk menyampaikan materi presentasi dalam “dunia” disiplin keilmuan yang biasa kita tekuni kepada khalayak yang umum atau di luar disiplin keilmuan kita.

img-permian-jerman

Pengurus PERMIAN Jerman: Hamzah, Nolang, Desy, Eka, Muti

Namun, pada kesempatan forum diskusi yang berjalan dengan hangat di ruang serbaguna KJRI Frankfurt am Main ini, Desy seakan tidak mengalaminya. Ia begitu lugas dan lancar dalam menyampaikan pokok pikiran mengenai presentasi maupun penelitian yang sedang digelutinya tersebut. Desy membawakan materi secara memikat seakan tak terlihat ada kesulitan berarti yang dihadapinya. Hal ini terbukti dengan banyaknya respon positif dari berbagai kalangan yang hadir. Mereka menyampaikan bahwa melalui diskusi ini mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Terakhir, malam diskusi yang hangat kali ini pun semakin lengkap dengan sajian makan malam yang difasilitasi oleh dari KJRI Frankfurt am Main. [Humas PERMIAN Jerman]

Advertisements