Sejarah

permian-jermanIde maupun gagasan untuk membentuk perhimpunan yang diharapkan dapat mewadahi, memberikan manfaat serta kontribusi positif bagi sesama mahasiswa yang sedang menempuh jenjang pendidikan pascasarjana di Jerman pada khususnya serta untuk masyarakat luas pada umumnya ini mulai tercetus pada akhir tahun 2014. Dasar dari ide dan gagasan tersebut adalah adanya sebuah realitas bahwa ruang-ruang untuk berekspresi dan berliberasi dari mahasiswa pascasarjana dapat dikatakan sangat terbatas. Ditambah adanya suatu realitas pula bahwa dunia pascasarjana memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.

Dari titik ini, percikan-percikan ide dan gagasan segar itu terus bergulir, menggumpal, menguat dan mulai membentuk sebuah visi bersama. Akhirnya setelah sekian lama berjalan, dengan diinisiasi dan dibidani oleh beberapa mahasiswa pascasarjana di level Master dan Doktoral maka lahirlah PERMIAN (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Pascasarjana di Jerman) pada 1 November 2015 di Frankfurt am Main. Pembentukan perhimpunan ini diawali dengan deklarasi bersama akan tekad untuk berhimpun bersama.

Pertemuan yang dikenal sebagai Kongres pertama ini berhasil membentuk dan menghasilkan berbagai kelengkapan organisasi seperti Kepengurusan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART), serta Program Kegiatan. Kini perhimpunan ini perlahan tapi pasti mulai bergerak mengarungi perjalanannya. Dengan satu niatan bersama untuk turut berkontribusi bagi kejayaan bangsa dan negara. Perhimpunan ini hadir untuk mengisi ruang-ruang kosong untuk memenuhi janji kemerdekaan Indonesia. Melihat urgensi, semangat dan nilai positif dari kehadiran organisasi ini, berbagai sambutan dan dukungan pun mulai mengalir dari berbagai kalangan semisal KBRI Berlin, KJRI Frankfurt dan lain sebagainya.

Dinamika maupun gelombang pasti mewarnai sebuah perjalanan dari organisasi apapun sebagai bentuk dari keniscayaan sejarah. Untuk itu, tak perlu ada ketakutan berlebihan. Hal utama yang diperlukan adalah terus berjalan dan memberikan sumbangsih nyata bagi peradaban karena hanya mampu bicara dan usul semata namun enggan berbuat adalah sebuah pengkhianatan serius bagi peradaban. Apalagi bagi siapa saja yang hanya diam dan berpangku tangan. Para manusia oportunistik dan hipokrit sejati tentu tak layak menyebut dirinya sebagai bagian dari anak zaman. Untuk manusia dengan model seperti ini maka kematian niscaya lebih layak untuknya.

Fase-fase menarik dari perhimpunan ini perlahan sudah terlewati dan menjadi bagian penting bagi perkembangan organisasi ke depan. Hingga saat ini anggota perhimpunan terus dan semakin bertambah dari waktu ke waktu dan meluas ke berbagai negara bagian lainnya di Jerman. Tak pelak, pehimpunan ini merupakan sebuah ruang dan wadah untuk berkolaborasi, bekerjasama serta menampung dan menyalurkan segenap ide dan gagasan para mahasiswa pascasarjana di Jerman.

Salam hangat dan jabat erat persahabatan.