Selamat Ulang Tahun PERMIAN Jerman

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Hari ini, tepat dua belas bulan lalu,
sebuah organisasi terlahir dengan cita untuk mewadahi mahasiswa Indonesia
pada jenjang pascasarjana di Jerman.

permian-ultah

Sebuah doa dan harapan tersemat dan terpanjat
agar organisasi ini dapat terus tumbuh untuk memberikan manfaat lebih luas sekaligus
mewujudkan visi besarnya: Kolaborasi, Inspirasi, Persahabatan.

permian-harlah

Apresiasi khusus untuk kedua sahabat atas poster-poster ulang tahun ini:
Theresia Desy Askitosari
Herlan Darmawan

“PERMIAN, Ruang Bersama dan Ajang Silaturahmi”

Bunga Wigati
Alumni Master Urban Planning Technische Universität (TU) Darmstadt

Di usia yang relatif muda, Permian berkembang dengan baik menjadi ruang bersama dan ajang silaturahmi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Jerman, khususnya di tingkat Master dan Doctoral untuk saling bertukar cerita, wawasan, dan pengalaman. Hal ini dapat dilihat dari jumlah anggotanya yang semakin banyak yang tersebar di beberapa kota di Jerman dan berasal dari berbagai latar belakang bidang keilmuan. Saya sendiri mendapatkan banyak informasi baru dan menarik khususnya melalui grup Whatsapp Permian, bukan hanya yang bersifat akademis, tapi juga non-akademis. Oleh karena itu, meskipun sudah kembali ke Indonesia rasanya sayang untuk meninggalkan grup Permian.

Semoga Permian semakin sukses dengan segala kegiatannya dan dapat memberikan informasi yang semakin variatif dan terbaru, sehingga mampu menginspirasi teman-teman di Indonesia untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, maupun yang ingin bekerja di Jerman. Selain itu juga semoga jalinan silaturahmi keluarga Permian baik yang masih berdomisili di Jerman maupun yang sudah kembali ke tanah air tetap terjaga dengan baik.

Salam hangat dan jabat erat persahabatan. 🙂

ATDIKBUD KBRI Berlin Dukung PERMIAN Jerman

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Permian10

Audiensi dan Silaturahmi Pengurus PERMIAN Jerman: Trismono, Ruri, Ribut, Eka, Pak Saufi (Atdikbud KBRI Berlin), Noverra, Herlan

[Berlin, 02/10/2016] Kunjungan pengurus PERMIAN Jerman untuk audiensi dan silaturahmi disambut dengan hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin, Dr. rer.nat Ahmad Saufi. Pertemuan ini dimaksud sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi dan jalinan kerjasama dengan KBRI Berlin. Terlebih jauh sebelumnya memang jalinan tersebut sudah terjalin secara baik dengan Atdibud sebelumnya yakni Prof. Dr. Agus Rubiyanto.

Pertemuan ini berlangsung di Jungenhaus, Berlin. Pada kesempatan ini, PEMIAN Jerman menyampaikan secara tertulis perihal informasi berkenaan dengan organisasi baik itu kepengurusan, peraturan organisasi maupun rekapitulasi berbagai kegiatan yang sudah dilakukan. Berkenaan dengan ini, Pak Saufi pun menyambut baik dan memberikan apresiasinya terhadap PERMIAN Jerman. Atdibud KBRI Berlin menyampaikan dukungan terhadap hadirnya PERMIAN Jerman sebagai organisasi yang berupaya mewadahi potensi mahasiswa pascasarjana yang selama ini tidak tergarap secara maksimal. Dukungan ini disertai harapan pula bahwa ke depan PERMIAN Jerman dapat menyelenggarakan kegiatan strategis dengan dukungan penuh terutama dari Atdikbud KBRI Berlin. Entah hal tersebut berupa simposium, seminar ataupun konferensi internasional. Lebih lanjut, Pak Saufi juga menyampaikan kesediaannya untuk menjadi pembina ataupun penasehat PERMIAN Jerman.

Permian11

Berdiskusi Bersama Atdibud KBRI Berlin

Pada pertemuan ini, Atdikbud juga menyampaikan harapannya yakni berbagai jejaring organisasi mahasiswa yang ada di Jerman dapat saling berkolaborasi untuk memberikan sumbangsih positif untuk Indonesia di dunia internasional. Menurut Pak Saufi, kini sudah bukan saatnya lagi membicarakan perbedaan atau apapun melainkan hal yang paling penting adalah bagaimana kita dapat saling bekerjasama dan memberikan manfaat. Sumbangsih positif itulah yang dibutuhkan sebagai bentuk kontribusi dan tanggungjawab sosial sebagai seorang mahasiswa apalagi khususnya di tingkat pascasarjana.

Di akhir pertemuan, teman-teman pengurus PERMIAN Jerman yang diwakili oleh Eka Nada Shofa Alkhajar juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan dukungan yang telah diberikan sekaligus mengucapkan selamat kepada Pak Saufi atas amanah sebagai Atdikbud KBRI Berlin yang baru. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan semangat dari Pak Saufi. Terutama atas kesediaan waktunya untuk berdiskusi dengan kami. Selain itu, kami juga ingin menyampaikan selamat untuk Pak Saufi atas amanah barunya sebagai Atdikbud. Semoga Pak Saufi senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan segenap amanah yang telah diberikan”, jelas Eka.

Tak lupa, Dr. rer.nat. Ahmad Saufi pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada PERMIAN Jerman. “Terima kasih atas kunjungan Eka dan kawan-kawan. Semoga diskusi kita mendatangkan barokah. Sukses selalu untuk studinya teman-teman”, ujar Saufi. [Humas PERMIAN Jerman]

Berbagi Pengalaman Menempuh PhD di Jerman

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bincang Santai1

Dr. med.vet. Hevi Wihadmadyatami (berkerudung merah)

[Giessen, 10/09/2016] Sore itu di pinggir sungai Lahn. Suasana ramai tampak terlihat. Sekelompok orang tengah berkumpul bersama dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan. Yup, pada sore yang cerah tersebut tengah digelar kegiatan PERMIAN Jerman berupa Bincang Santai yang bertajuk “Menempuh PhD di Jerman (Sebuah Pengalaman). Kegiatan ini sedianya dilaksanakan pada siang hari namun karena antusiasme dari teman-teman terutama dari Giessen yang juga ingin bersama-sama menggelar kegiatan maka atas kesepakatan bersama kegiatan diundur ke sore hari dengan tanpa mengurangi esensi apapun melainkan justru semakin menambah keceriaan dan kemeriahan.

Bincang santai 2

Suasana Bincang Santai

Pada kesempatan ini, saudari Dr. med.vet. Hevi Wihadmadyatami, salah seorang pengurus PERMIAN Jerman yang baru saja menuntaskan doktornya di Universitas Giessen hadir sebagai teman berdiskusi mengenai tema di atas. Kegiatan bincang santai ini berjalan dengan hikmat dan santai di mana Hevi menceritakan kisahnya menuntaskan PhD. Ia berbagi tips dan trik menarik bagaimana dapat sukses dalam studi termasuk kisahnya dapat menembus berbagai jurnal berbobot Scopus hingga persiapannya menghadapi ujian doktor. Ia juga berbagi pengalamannya berkomunikasi dan berinteraksi dengan para supervisornya sehingga dapat mendukungnya secara penuh. Hal-hal semacam ini tentu merupakan sesuatu yang sangat menarik dan penting untuk tidak dilewatkan bagi para mahasiswa pascasarjana. Adapun kegiatan ini diikuti teman-teman pascasarjana dari Frankfurt, Marburg, Kassel, Giessen maupun teman-teman yang akan menempuh studi doktor di Dresden serta Berlin.

Bincang santai 3

Para Peserta Bincang Santai

Selain berbagai informasi menarik yang dipaparkan Hevi. Satu hal yang pasti Hevi merupakan salah satu tipikal mahasiswa yang rajin di mana ia tekun dengan dunia kuliahnya. Kegiatan ini makin semarak dan mengasyikkan dengan suguhan sajian minuman dan makanan dari teman-teman Giessen. Ada sup buah, aneka buah, dan grillen sosis dan ikan bakar. Tak heran, semua pun langsung bersantap bersama dengan gembira. [Humas PERMIAN Jerman]

Potensi Mikroorganisme dan Energi Terbarukan

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Img PERMIAN

Suasana Diskusi

[Frankfurt, 7/9/2016] Diskusi Reboan pada edisi kali ini mengangkat tema mengenai “Rekayasa Genetik: Menggali Potensi Mikroorganisne untuk Indonesia Lebih Baik”. Diskusi yang digagas bersama antara PERMIAN Jerman, KJRI Frankfurt am Main dan Komunitas Reboan Frankfurt ini menghadirkan narasumber seorang kandidat doktor dari Institute of Applied Microbiology, RWTH Aachen yakni Theresia Desy Askitosari. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ketua PERMIAN Jerman, Eka Nada Shofa Alkhajar.

img-permian jerman

Presentasi Materi (Theresia Desy Askitosari)

Setelah paparan pengantar diberikan oleh moderator, Desy pun langsung memaparkan materi mengenai pentingnya sebuah upaya untuk memaksimalisasi energi terbarukan yang bersumber dari mikroorganisme. Dalam presentasinya, ia menyampaikan bahwa sesungguhnya di mana pun terdapat mikroorganisme terlebih di Indonesia. Negeri yang terletak di kawasan Asia tenggara tersebut merupakan gudang mikroorganisme yang luar biasa kaya dan potensial manakala dapat digunakan secara secara maksimal. Sebagai contoh aplikasi rekayasa genetik dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian, lingkungan, dan industri.

img-permian

Para Peserta Diskusi Reboan

Pada kesempatan ini, Desy juga memberikan informasi mengenai riset yang saat ini tengah ia digeluti. Ia melakukan rekayasa generik terharap bakteri Pseudomonas putida di mana tujuan akhirnya berkaitan dengan produksi Biodetergent. Sebagaimana diketahui, tentu tidaklah mudah untuk menyampaikan materi presentasi dalam “dunia” disiplin keilmuan yang biasa kita tekuni kepada khalayak yang umum atau di luar disiplin keilmuan kita.

img-permian-jerman

Pengurus PERMIAN Jerman: Hamzah, Nolang, Desy, Eka, Muti

Namun, pada kesempatan forum diskusi yang berjalan dengan hangat di ruang serbaguna KJRI Frankfurt am Main ini, Desy seakan tidak mengalaminya. Ia begitu lugas dan lancar dalam menyampaikan pokok pikiran mengenai presentasi maupun penelitian yang sedang digelutinya tersebut. Desy membawakan materi secara memikat seakan tak terlihat ada kesulitan berarti yang dihadapinya. Hal ini terbukti dengan banyaknya respon positif dari berbagai kalangan yang hadir. Mereka menyampaikan bahwa melalui diskusi ini mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Terakhir, malam diskusi yang hangat kali ini pun semakin lengkap dengan sajian makan malam yang difasilitasi oleh dari KJRI Frankfurt am Main. [Humas PERMIAN Jerman]